Bab Seratus Empat Puluh Tujuh: Mengucapkan Selamat
Entah apakah itu hanya perasaannya saja, tetapi setelah Gu Tianhao mengucapkan kalimat tersebut, ia mendapati Paman Qingye yang berada di hadapannya sempat memandangnya sejenak sebelum mengalihkan pandangannya.
Ia hanya mendengar Paman Qingye berujar datar, "Hm!"
Gu Tianhao melirik Song Yueyue, berniat memberi isyarat bahwa ia akan pergi lebih dulu. Namun, perhatian Song Yueyue sama sekali tidak tertuju padanya dan sama sekali tidak menyadari isyarat tersebut. Mau tidak mau, Gu Tianhao hanya bisa membungkuk memberi hormat sekali lagi, lalu berjalan mundur keluar.
Musim gugur berlalu dan musim dingin pun tiba. Meskipun Pegunungan Yuan-cang mengalami pergantian empat musim, bagi para kultivator—bahkan kultivator tingkat Pemurnian Qi—mereka sudah mampu mengabaikan teriknya musim panas maupun dinginnya musim salju. Terlebih lagi bagi kultivator tingkat Pendirian Fondasi yang kebal terhadap cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Gu Tianhao tidak begitu memerhatikan pergantian musim tersebut. Tanpa disadarinya, di tengah hari-harinya yang diisi dengan meditasi rutin, waktu berlalu begitu saja selama empat tahun. Gu Tianhao kini telah menginjak usia tiga puluh tahun. Kendati demikian, usia tiga puluh tahun masih tergolong sangat muda bagi seorang kultivator Pendirian Fondasi yang memiliki rentang usia hingga tiga tahun, sehingga ia tetap tampak seperti seorang gadis remaja berusia enam belas tahun.
Selama empat tahun ini, berkat jatah sumber daya yang berlimpah sebagai seorang murid elit, Gu Tianhao tidak perlu sibuk mencari batu spiritual. Ia hampir menghabiskan seluruh waktunya untuk memantapkan tingkat kultivasinya. Sesekali ia merawat kebun obat, membudidayakan teh spiritual, meracik beberapa tungku pil obat, serta kerap mendatangi aula latihan yang didirikan oleh sekte untuk bertarung dan menguji kemampuan dengan murid-murid seperguruannya. Meskipun ia belum mampu menduduki posisi puncak dalam hal kemampuan bertarung di antara kultivator pada tingkat yang sama, setidaknya ia tidak kalah dari mereka.
Hari-hari dalam berkultivator memang sangat padat, namun juga teratur. Patut dicatat pula bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, Hei Zhi gagal dalam usahanya menembus Pendirian Fondasi, lalu memilih sebuah alam rahasia untuk berlatih demi mendapatkan satu pil Pendirian Fondasi lagi guna mencoba menembus tingkat tersebut sekali lagi. Sementara itu, Zhou Zhou telah berhasil menembus tingkat Pendirian Fondasi untuk kedua kalinya. Adapun rekan seperguruannya, Jiang Qihui, yang memang memiliki bakat alami luar biasa, telah lebih dulu menjadi kultivator Pendirian Fondasi setengah tahun lebih awal daripada Gu Tianhao. Di sisi lain, Cao Yan pernah mengatakan bahwa Yan Minjun juga telah berhasil menembus tingkat Pendirian Fondasi setahun yang lalu, dan terpilih menjadi murid sekte dalam melalui seleksi kultivator Pendirian Fondasi. Saat Cao Yan menceritakan hal itu dengan nada suara yang terdengar iri, Gu Tianhao memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memotivasi Cao Yan agar berjuang agar segera berhasil mencapai tingkat Pendirian Fondasi.
Setelah bermeditasi selama empat tahun, Gu Tianhao merasa bahwa sejak awal tingkat Pendirian Fondasi, ia telah membangun fondasi yang sangat kokoh. Tampaknya sudah saatnya baginya untuk keluar dan berkelana guna memperluas wawasan.
Hari itu, Gu Tianhao memanen seluruh rumput spiritual dan teh spiritual yang telah matang di kebun obatnya, lalu menanam kembali beberapa jenis rumput spiritual dengan siklus tumbuh yang lebih lama, bersiap untuk memanennya sekembalinya ia nanti.
Setelah menyelesaikan semuanya, ia pergi menuju Aula Urusan Luar. Di tengah perjalanan, Xiao Huan berkata dengan nada dewasa, "Akhirnya kita bisa keluar untuk menghirup udara segar! Aku hampir mati kebosanan di sini!"
Gu Tianhao tersenyum dan berkata, "Bukankah kau dulu tinggal selama ratusan tahun di Alam Rahasia Huansheng? Aku tidak pernah mendengarmu mengeluh bosan!"
"Waktu itu aku tidak tahu kalau aku bisa keluar, dan aku juga belum pernah melihat seperti apa dunia luar. Tentu saja aku tidak punya harapan. Tanpa adanya harapan, tidak akan ada kekecewaan. Apakah kau mengerti?" ucap Xiao Huan dengan nada seolah-olah menganggap Gu Tianhao begitu bodoh.
"Aku tidak mengerti. Aku hanya tahu bahwa kau adalah binatang spiritualku, dan di mana pun aku sebagai tuanmu berada, kau harus patuh tanpa syarat dan tidak boleh mengeluh!" Gu Tianhao berusaha mempertahankan wibawa sebagai seorang majikan.
Manusia dan binatang spiritual itu terus-menerus saling melontarkan argumen sepanjang perjalanan hingga akhirnya tiba di Aula Urusan Luar Puncak Xuanqing. Gu Tianhao melangkah maju untuk melaporkan niatnya pergi berkelana kepada murid yang bertugas di aula tersebut. Ketika murid itu baru saja mengangkat batu giok komunikasi untuk mencatatnya, sebuah suara terdengar, "Tunggu dulu!"
Begitu mendengarkan suara tersebut, murid yang bertugas langsung meletakkan batu giok di tangannya dan berkata dengan hormat, "Paman Jin!"
Gu Tianhao pun menoleh ke belakang dan memanggil, "Kakak Perguruan Jin!" Ternyata orang yang datang dari luar adalah Jin Congshan, seorang pengurus tingkat Pendirian Fondasi di Aula Urusan Luar sekaligus kenalan lama Gu Tianhao.
"Adik Perguruan Gu, kau bersiap untuk pergi berkelana?" Jin Congshan berjalan mendekati Gu Tianhao dan bertanya.
"Benar," Gu Tianhao mengangguk. "Sudah empat tahun berlalu sejak aku mencapai tingkat Pendirian Fondasi, dan aku terus tinggal di dalam sekte. Sudah saatnya bagiku untuk keluar dan berkelana demi menambah pengalaman, jika tidak, kultivasi kondisi mentalku akan mengalami stagnasi. Guru telah pergi sejak setahun yang lalu, jadi aku datang ke Aula Urusan Luar untuk melaporkannya."
Zhenren Qingyuan telah mencapai tahap akhir pembentukan inti, namun ia sudah dua kali gagal saat mencoba menembus tahap kesempurnaan pembentukan inti, di mana setiap kegagalannya selalu terpaut jarak yang sangat tipis. Oleh karena itu, setahun yang lalu ia pergi seorang diri tanpa membawa murid satu pun dengan alasan ingin melapangkan pikirannya dan pergi sejauh mungkin. Sejak saat itu, keempat muridnya dibiarkan mandiri tanpa pengawasan langsung. Mengenai kakak perguruan sulung mereka, Yu Ming, ia belum juga kembali sejak pergi berkelana empat tahun lalu.
Mendengar perkataan Gu Tianhao, Jin Congshan justru berkata, "Sebaiknya kau jangan terburu-buru untuk pergi berkelana. Zhenren Bowen dari Pesantren Jingru telah berhasil menyempurnakan inti emasnya, dan upacara perayaan pembentukan inti ditetapkan akan diselenggarakan dua bulan dari sekarang. Sekte akan mengirimkan beberapa Zhenren pembentuk inti untuk memimpin rombongan, sepuluh kultivator Pendirian Fondasi, serta hampir seratus murid Pemurnian Qi untuk menyampaikan ucapan selamat. Puncak Xuanqing kita telah menetapkan bahwa kau dan Adik Perguruan Jiang akan pergi bersama. Jadi, pertimbangkanlah rencana berkelanamu setelah urusan di Pesantren Jingru selesai, Adik Perguruan Gu!"
"Pergi ke Pesantren Jingru?" Gu Tianhao merasa sedikit terkejut. Pesantren Jingru adalah sebuah sekte kultivator Konfusianisme. Gu Tianhao sama sekali tidak memahami perbedaan antara kultivator Konfusianisme dan kultivator Taoisme mereka, sehingga ketika ia mendadak mendengar Jin Congshan memintanya pergi ke sana, ia merasa cukup penasaran.
"Pesantren Jingru terletak di bagian utara Benua Cangzhong. Lebih ke utara lagi dari Pesantren Jingru adalah Dataran Liar Utara yang tidak bertepi. Adik Perguruan Gu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi melihat-lihat ke sana. Hanya saja, wilayah Dataran Liar Utara sangat luas tanpa batas, dan hingga kini dunia keabadian kita masih belum sepenuhnya memahami bahaya yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, jika Adik Perguruan Gu pergi ke sana, jangan masuk terlalu dalam dan cukup amati bagian luarnya saja."
Melihat ekspresi tertarik Gu Tianhao terhadap Pesantren Jingru, Jin Congshan menjelaskan secara garis besar letak geografis tempat tersebut.
Sebulan kemudian, Aula Urusan Luar benar-benar memberikan pemberitahuan kepada Gu Tianhao untuk bersiap pergi ke Pesantren Jingru. Saat berkumpul di gerbang sekte, Gu Tianhao mendapati beberapa wajah familiar. Selain Jiang Qihui, ada pula Song Yueyue. Melihat kehadiran Song Yueyue, Gu Tianhao merasa sedikit kebingungan. Saat itu, Jin Congshan hanya mengatakan bahwa dirinya dan Jiang Qihui yang telah dipilih, tanpa menyebutkan nama Song Yueyue. Ia tidak tahu mengapa Song Yueyue juga berada di sana.
"Adik Perguruan Gu, kemarilah!" Di tengah kebingungannya, Gu Tianhao mendengar Song Yueyue memanggil dengan senyum merekah bagaikan bunga dan suara yang penuh kehangatan.
Gu Tianhao mengesampingkan segala rasa penasarannya dan segera menghampiri Song Yueyue serta Jiang Qihui. "Kakak Perguruan Song, Kakak Perguruan Jiang!"
Jiang Qihui mengangguk datar. Sikapnya yang selalu dingin seperti itu membuat Gu Tianhao tidak merasa heran lagi, sehingga ia mulai mengobrol ringan kesana-kemari dengan Song Yueyue.
"Aku tidak tahu bagaimana kabar Guru sekarang, begitu pula dengan Kakak Perguruan Yu yang sudah pergi selama beberapa tahun tanpa ada kabar berita apa pun hingga detik ini," kata Song Yueyue dengan kening berkerut dan nada cemas.
"Orang baik tentu memiliki perlindungan surgawi, Guru dan Kakak Perguruan Yu pasti akan baik-baik saja," jawab Gu Tianhao dengan canggung karena tidak tahu harus berkata apa.
"Adik Perguruan Gu, kau adalah seorang kultivator, bagaimana bisa percaya pada ucapan semacam itu!" ucap Jiang Qihui sambil melirik sekilas ke arah Gu Tianhao dengan dingin.
"Adik Perguruan Jiang, Adik Perguruan Gu kan hanya bermaksud baik!" Melihat ekspresi canggung di wajah Gu Tianhao, Song Yueyue buru-buru menengahi.
"Bukankah ini Kakak Perguruan Gu?" Pada saat itu, sebuah suara laki-laki terdengar memanggil dari arah belakang.
Gu Tianhao buru-buru menoleh dan melihat seorang kultivator pria berusia awal dua puluhan dengan tingkat kultivasi awal Pendirian Fondasi. Ia merasa agak familier dengan wajah itu. Setelah berpikir sejenak, ia pun berkata, "Kau adalah Adik Perguruan Cao?" Orang itu adalah Cao Bin, seorang murid Pemurnian Qi yang masuk sekte bersamanya dulu sekaligus kakak dari Cao Yan.
"Benar, apakah Kakak Perguruan Gu masih mengingatku? Dulu aku ditempatkan di Puncak Yangqian, dan tahun ini aku baru saja berhasil mencapai tingkat Pendirian Fondasi," jawab Cao Bin sambil tersenyum.