Bab 122 Restoran Kecil Membawa Keramaian ke Jalan Tua
ciuman ini seolah menghapus segala sekat yang sempat mengganjal di antara pasangan suami istri tersebut. Melalui ciuman itu, mereka merasakan adanya keterikatan batin, seolah benar-benar kembali ke masa muda saat mereka tengah dimabuk cinta yang manis.
Su Ruoxi tidak meronta ataupun menolak suaminya, ia justru membalas dan menyambut perlakuan itu.
Saat keduanya tengah terlena, tiba-tiba terdengar sorak-sorai dari para pelanggan di restoran yang seketika menyadarkan Su Ruoxi. Ia membuka mata, segera mendorong suaminya menjauh, dan di bawah tatapan mata para pelanggan, ia berbalik dengan wajah merona malu lalu berlari ke lantai atas.
Feng Ruoruo yang melihat ibunya berlari, segera memanggil sahabatnya, Yang Xiaoxi. Kedua gadis kecil itu pun ikut berlari ke atas.
Setelah menaiki beberapa anak tangga, Feng Ruoruo menoleh ke arah ayahnya yang berdiri di ambang pintu dan berseru, "Ayah, cepatlah ke dapur. Pelanggan sudah datang, mulailah bekerja."
Mendengar perkataan putrinya, Feng Yifan pun tersadar dari lamunan yang terasa seperti mimpi itu. Ia tersenyum membalas putrinya, "Baik, Ayah akan segera sibuk di dapur. Kalian naiklah dan temani Ibu."
Feng Ruoruo terkikik, "Ayah jangan khawatir, Ibu hanya sedang malu saja."
Melihat putrinya menggandeng tangan Yang Xiaoxi naik ke atas, Feng Yifan menggelengkan kepala sambil tersenyum, "Gadis kecil ini, pengetahuannya luas sekali."
Baru saja ia berucap, kepalanya ditepuk oleh sang ibu, Lu Cuiling, "Sebagai seorang ayah, kau bahkan tidak sepintar putrimu sendiri. Kenapa tidak membelikan bunga untuk menyenangkan istrimu? Jangan berdiri mematung di sini, cepatlah ke dapur. Tidakkah kau lihat banyak pelanggan yang menunggu?"
Feng Yifan merasa tak berdaya setelah ditepuk ibunya. Ia segera menangkupkan tangan kepada para pelanggan di restoran, "Selamat datang semuanya, silakan cari tempat duduk. Menu makan siang di Su Ji hari ini adalah nasi goreng dan mi Yi Fu. Silakan lihat menu untuk memesan."
Sembari berkata demikian, ia tak lupa mengambil daftar menu tambahan nasi goreng dan kuah mi Yi Fu yang telah disiapkan istrinya di meja kasir. Setelah menyerahkan urusan melayani pelanggan kepada ibunya, Feng Yifan melangkah cepat menuju dapur.
Sementara itu, Su Ruoxi yang melarikan diri ke lantai atas, tak lama kemudian mulai tenang. Ia merasa tindakannya berlari ke atas kurang pantas, apalagi banyak pelanggan yang datang dan perlu dilayani. Namun, saat mengingat kejadian tadi, kedua pipinya terasa panas membara, membuatnya merasa sangat canggung.
Su Ruoxi menangkupkan kedua tangan ke pipinya, menepuknya perlahan agar bisa segera tenang.
Tepat pada saat itu, Feng Ruoruo yang menggandeng Yang Xiaoxi naik ke atas melihat ibunya berdiri di dekat tangga. Gadis kecil itu menyambutnya dengan riang, "Ibu, wajahmu merah sekali, tapi cantik sekali."
Yang Xiaoxi yang berada di sampingnya ikut memuji, "Benar, cantik sekali."
Melihat kedua gadis kecil itu naik, Su Ruoxi teringat bahwa semua ini sepertinya didalangi oleh putrinya, ia pun merasa geli sekaligus serba salah.
Ia berjongkok, merentangkan tangan merangkul kedua gadis itu ke dalam pelukannya, lalu berkata sambil tersenyum, "Ide hari ini pasti ulah kalian berdua, kan? Sungguh, Ibu jadi merasa malu di depan begitu banyak orang di bawah tadi."
Feng Ruoruo segera meny