Bab 62: Jiwa yang Terputus di Masa Lalu
Semua orang yang mendengar penuturan itu menatap Yang Meiling dengan wajah terkejut. Mereka semua tahu tentang kematian Liu Huixin yang bunuh diri, tapi tak pernah menyangka bahwa pembunuh Sun Hao ternyata seorang perempuan lembut yang tampak tak berdaya.
Yang Meiling berdiri tanpa memedulikan yang lain, menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri, lalu menyesap perlahan. Ia kemudian menatap tajam ke arah semua orang, suaranya penuh duka saat ia mengisahkan peristiwa pilu di masa lalu...
Saat itu adalah liburan musim panas kelas dua SMA. Yang Meiling dan Liu Huixin telah berjanji untuk tidak pernah berpisah seumur hidup. Demi janji itu, mereka berniat mendaftar di universitas yang sama, agar bisa selalu bersama.
Namun, Yang Meiling tak menduga bahwa Sun Hao yang brengsek tiba-tiba mulai mendekati Liu Huixin. Ia sudah memperingatkan Liu Huixin, bahwa Sun Hao adalah lelaki yang tak bisa dipercaya, sebelumnya juga pernah dekat dengan kakak kelas perempuan, dan kini malah mendekati dirinya!
Sayangnya, saat itu Liu Huixin sudah jatuh cinta pada Sun Hao. Apa pun yang dikatakan Yang Meiling tak lagi masuk ke telinganya. Ia larut dalam pelukan “pangeran impian” versinya sendiri. Pada akhirnya, ucapan Yang Meiling menjadi kenyataan. Hubungan Liu Huixin dan Sun Hao tak bertahan dua bulan, lalu Sun Hao memutuskan hubungannya.
Yang Meiling awalnya mengira setelah putus Liu Huixin memang akan bersedih, tapi waktu pasti akan menyembuhkan segalanya. Namun siapa sangka, itulah awal dari mimpi buruk...
Suatu malam, Liu Huixin kembali ke asrama sangat larut malam. Wajahnya pucat saat ditanya Yang Meiling ada apa. Awalnya ia berusaha menutupi, tapi setelah didesak berkali-kali, akhirnya ia mengaku bahwa dirinya telah hamil hampir tiga bulan.
Yang Meiling sangat terkejut saat itu, langsung menanyakan apakah anak itu milik Sun Hao! Sebenarnya tanpa pengakuan Liu Huixin pun sudah jelas, karena semuanya sangat gamblang.
Demi membela sahabatnya, keesokan harinya Yang Meiling menemui Sun Hao dan menuntut pertanggungjawabannya. Namun Sun Hao menggeleng keras-keras sambil berkata, “Jangan asal bicara! Aku sudah lama putus dengan Liu Huixin, mana kutahu anak siapa yang dikandungnya!”
Kata-kata itu membuat Yang Meiling gemetar penuh amarah. Jika saja saat itu ia memegang pisau, pasti Sun Hao sudah ditikamnya tanpa ampun! Namun, yang bisa dilakukan hanyalah segera menggugurkan kandungan tersebut.
Yang Meiling kemudian menemani Liu Huixin ke rumah sakit. Namun setelah diperiksa, dokter mengatakan mereka