Bab 146: Tak Bergeming Bagai Gunung
Setelah keempat kuku kuda itu dibersihkan, Ye Ping kemudian mengambil palu besi lain serta beberapa buah paku.
Ia juga mengambil tapal kuda, lalu mencocokkannya dengan kuku kuda tersebut hingga posisinya benar, terlihat sangat fokus.
Barulah pada saat ini orang-orang melihat dengan jelas bahwa ternyata terdapat lubang-lubang pada tapal kuda itu.
Mereka sepertinya tahu apa yang akan dia lakukan.
Dia berniat memaku tapal kuda tersebut ke telapak kaki kuda.
*Clang, clang, clang!*
Setelah mencocokkan posisi lubang pada tapal kuda, sebuah paku langsung dipukulkan hingga tertancap masuk.
Tancapan paku ini kontan memicu teriakan dari beberapa orang yang bernyali kecil.
"Argh!"
Beberapa orang bahkan menutup mata mereka. Terlalu kejam, pikir mereka, tapal kuda benar-benar dipaku ke telapak kaki kuda. Ini sama rasanya dengan menancapkan paku ke telapak kaki sendiri.
Kira-kira tiga puluh persen orang tidak berani melihat, bahkan Li Shimin yang telah berpengalaman luas pun turut merasakan sakit.
Seseorang yang bernyali besar berkata, "Paku ditancapkan ke telapak kaki kuda, bukankah telapak kaki kuda itu akan langsung terluka?"
"Telapak kaki kuda juga daging. Menancapkan paku ke dalamnya, apakah benar-benar tidak masalah?"
"Ini..."
"Tak disangka Ye Ping benar-benar menggunakan cara seperti ini untuk mewujudkan gagasannya. Ini sungguh tindakan bodoh yang mengorbankan hal besar demi menghindari masalah sepele!" kata Fang Xuanling.
"Apakah ini yang disebut cara? Sungguh konyol! Dengan begini, betapa pun banyaknya kuda yang kita miliki di Dinasti Tang, semuanya akan mati di tangannya! Kuda-kuda ini akan rusak!" Zhangsun Wuji turut berkata demikian.
"Tidakkah kalian merasa ada yang janggal? Kuda itu sama sekali tidak menjerit kesakitan. Mungkinkah cara ini sama sekali tidak melukai bagian dasarnya?" ujar Li Shimin mengungkapkan pendapatnya.
Bisa dibilang, semua orang mabuk sementara hanya dia yang sadar.
Ye Ping sama sekali tidak mempedulikan pemikiran orang-orang.
Ia justru meletakkan kembali kaki kuda yang telah dipasangi tapal besi itu.
Tampak jelas bahwa kuda tersebut sama sekali tidak merasakan ketidaknyamanan, dan ekspresinya pun tidak menunjukkan hal yang buruk.
Ia menjelaskan, "Kuku kuda jauh lebih tebal daripada kuku kita sebagai manusia. Beberapa batang paku ini hanya menancap pada bagian kukunya saja dan tidak akan menimbulkan cedera apa pun pada telapak kakinya."
Ketebalan kuku kuda adalah sekitar tiga sentimeter. Selama panjang paku tidak melebihi tiga sentimeter, bagaimana mungkin bisa melukainya?
Selain itu, kuku tersebut sangat tebal dan tangguh, bahkan jika paku ditancapkan ke dalamnya, kuku itu tidak akan pecah.
Mendengar ini, orang-orang seketika merasa terkejut. Ternyata Ye Ping benar-benar telah menemukan suatu cara, dan jika memang demikian, metode ini sungguh layak dicoba.
Hanya saja, mereka belum tahu bagaimana hasil akhirnya.
Di tengah kerumunan, terdapat dua orang wanita. Yang pertama adalah Kong Shaoqing, yang bergumam di tengah kerumunan, "Ye Ping, kau benar-benar berhasil! Bagus sekali!"
Rasanya seolah-olah dirinyalah yang meraih kesuksesan itu.
Sementara wanita yang kedua adalah Li Mingyu.
"Tak disangka orang ini ternyata lumayan juga. Aku tadinya berniat mempermalukannya, sepertinya aku harus menunggu kesempatan lain!"
Sementara itu, Du Ruhwie berjalan mendekati tempat Ye Ping berada.
"Pemilik Toko Ye, metodemu ini sepertinya berhasil!"
"Menteri Du, ini belum selesai. Tunggu sampai aku memasang tiga tapal kuda sisanya, barulah kita buktikan semuanya bersama-sama!"
Du Ruhwie tidak berkata apa-apa lagi dan hanya menunggu dengan sabar hingga Ye Ping selesai memasang ketiga tapal kuda yang tersisa.
Kali ini, orang-orang tidak lagi berkomentar apa pun. Bagaimanapun juga, kudanya saja tidak merasa kesakitan, untuk apa mereka harus cemas?
*Clang, clang, clang!*
Ye Ping sibuk bekerja, sementara Xue Rengui dan Su Lie berdiri bagaikan patung karang yang tak tergoyahkan.
Dari awal hingga sekarang, postur mereka tidak berubah sedikit pun dan tidak bergeser sama sekali.
Jika orang lain yang melakukannya, mereka pasti sudah menyerah sejak lama, tetapi kedua orang ini berhasil menahan kuda tersebut dengan kokoh, membuatnya berdiri dengan sangat tenang dan membiarkan Ye Ping memperlakukannya semau,nya.
Penampilan luar biasa ini membuat warga di sekitar mengacungkan jempol mereka.
Bahkan ada yang langsung membandingkan keduanya dengan Zhangsun Wuji.
"Kekuatan dewa semacam ini, benar-benar sebanding dengan Jenderal Zhangsun!"
"Jenderal Zhangsun sangat bijaksana dan perkasa, menyingkirkan kejahatan demi rakyat! Kedua orang ini juga tidak kalah hebat!"
Ucapan tersebut membuat Zhangsun Wuji merasa sangat kesal mendengarnya.
Menurut pandangannya, bagaimana mungkin kedua orang rendahan ini bisa dibandingkan dengan dirinya?
Bagaimanapun juga, dirinya adalah seorang tokoh setingkat adipati.
Sedangkan Xue Rengui dan Su Lie hanyalah rakyat jelata.
Cheng Yaojin, yang paling suka membuat keonaran, langsung menyambung, "Tentu saja, ilmu bela diri kedua pemuda itu pasti jauh melampaui Wuji!"
"Tua Bangka Cheng, kau..."
"Hahaha!"
Di tengah gelak tawa Cheng Yaojin, seseorang di dalam kedai teh kembali bersuara, "Aku dengar Adipati Lu juga memiliki kekuatan bawaan sejak lahir. Apakah kedua orang ini juga lebih kuat darinya?"
Bukankah itu berarti ia sedang membicarakan dirinya sendiri?
Cheng Yaojin ingin mendebatnya, tetapi malah ditertawakan oleh Zhangsun Wuji.
"Memangnya Adipati Lu itu apa? Masih kalah jauh dibanding dua pemuda ingusan!"
"Tua Sun, apakah kau ingin berkelahi?" kata Cheng Yaojin sambil menyingsingkan lengan bajunya.
"Sudahlah, kalian berdua hentikan pertengkaran ini. Mari kita lihat apakah metode ini terbukti berhasil atau tidak!"
Li Shimin melirik tajam ke arah keduanya.
Begitulah tegurnya.
Bagaimana mungkin kedua orang itu berani membantah? Mereka langsung mengangguk dan mundur.
Pada saat yang sama, Ye Ping juga telah menyelesaikan pekerjaannya.
Ketiga tapal kuda lainnya telah terpasang dengan baik.
Ia berjalan ke samping dan berkata kepada Xue Rengui dan Su Lie, "Kalian lepaskan ikatan kudanya! Terima kasih atas kerja keras kalian berdua!"
Kinerja mereka hari ini sangat memuaskan.
Xue Rengui dan Su Lie kemudian melepaskan kuda tersebut.
Setelah keempat kakinya menyentuh tanah, kuda itu tampak begitu lega, lalu melangkah ke atas lantai batu. Tapal besi pada kukunya yang beradu dengan lantai batu memunculkan suara yang sangat jernih.
Suara *kletak-kletak* itu terdengar sangat merdu.
Seseorang berkomentar, "Jika cara ini berhasil, dengan tapal kuda yang begitu tebal, kuda itu benar-benar seperti mengenakan sepatu besi!"
"Sepatu semacam ini sepertinya tidak perlu diganti seumur hidup karena tidak akan aus."
Ye Ping benar-benar seorang jenius yang luar biasa!
"Ya Tuhan! Ini benar-benar talenta yang dianugerahkan oleh langit!"
Pujian demi pujian mengalir deras.
Namun, masih ada segelintir orang yang enggan mempercayai hal tersebut.
Mereka berargumen, "Hal ini kan belum diuji secara nyata, bagaimana jika ternyata gagal? Bukankah kalian terlalu cepat bersenang hati?"
Di antara pihak-pihak yang menentang ini, tidak sedikit merupakan orang-orang dari keluarga Wang dan keluarga Cui. Mereka adalah tipe orang yang berharap dunia ini berada dalam kekacauan.
Ye Ping hanya membatin bahwa orang-orang ini memang tidak lebih dari itu.
Nanti mereka akan ditampar satu per satu. Semakin gencar mereka mencaci maki, semakin sakit pula pipi mereka nantinya.
Du Ruhwie melihat kuda tersebut tampak baik-baik saja dan mulai merasa yakin, lalu bertanya, "Bolehkah aku tahu bagaimana cara mengujinya?"
Bagaimana cara mengujinya? Siapa yang akan mengujinya?
Tentu saja dengan membawanya ke medan yang paling berat, dan tentu saja harus ada orang yang menungganginya untuk mencoba.
Jika Ye Ping sendiri yang mencobanya, itu pun bukan tidak mungkin, hanya saja meminta orang dari tempat ini untuk mencobanya akan jauh lebih meyakinkan!
"Hal ini memerlukan seseorang untuk maju dan mencobanya! Adakah di antara kalian yang ingin menungganginya untuk uji coba? Sebaiknya seseorang yang memiliki kemampuan berkuda yang luar biasa!" tanya Ye Ping kepada orang-orang.
Begitu ia berkata demikian, banyak orang yang menyatakan kesediaan mereka untuk mencobanya.
Namun, setelah Ye Ping mengamati perawakan mereka, bentuk tubuh mereka dianggap kurang memadai. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di tengah jalan, bagaimana ia harus bertanggung jawab?
Hingga akhirnya, seseorang dengan suara serak khas bebek muncul di hadapannya. Saat itulah ia memutuskan bahwa urusan ini harus diserahkan kepada orang tersebut!
"Aku yang akan mencobanya! Biar kucoba!"
Kerumunan orang membuka jalan agar orang tersebut bisa lewat.
Ketika Du Ruhwie melihat orang itu, hatinya sempat merasa terkejut, namun ekspresi wajahnya dengan cepat kembali normal.
Jika orang ini yang mencobanya, urusan ini sudah pasti tidak akan meleset lagi.