Bagian Lima Puluh Empat dari Lima Puluh Lima
Antot membawa para kepercayaan terdekatnya untuk mengawal Alivilo menemui Shenyao. Begitu mereka tiba di tepi kawasan bintang Paroloa, mereka langsung dilindungi oleh pasukan Shenshi. Sampai saat ini, sudah tak terhitung banyaknya kekuatan yang mencoba mengintai pasukan Shenshi. Sebagai peneliti yang sangat berharga, Alivilo tentu harus dijaga dengan sangat hati-hati.
Shenyao sudah menunggu di pelabuhan antarbintang begitu menerima kabar kedatangan mereka. Orang-orang di bawah kepemimpinannya pun sangat penasaran dengan ilmuwan yang katanya “jenius zaman ini”. Siapa saja yang senggang ikut datang. Clarence, seperti biasa, berdiri di belakang Shenyao, seolah-olah posisi itu telah menjadi hak miliknya dan tak akan diberikan kepada siapa pun.
“Shenyao!” Alivilo turun dari kapal dan langsung berlari ke arah Shenyao, nyaris tersandung sendiri di tengah jalan. Dibandingkan dengan Clarence, Alivilo tampak lemah tak berdaya, tubuhnya kurus seakan-akan bisa terbang jika ditiup angin. Clarence diam-diam mencibir dalam hati.
Namun Alivilo sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipandang sebelah mata. Ia langsung memeluk Shenyao dengan erat, air mata membanjiri wajahnya. Selalu canggung dalam mengekspresikan emosi, kali ini Alivilo menangis seperti anak kecil. “Aku sempat mengira... tak akan pernah, bertemu denganmu lagi...” Merasakan hangat tubuh Shenyao dalam pelukannya, Alivilo begitu terharu setelah kehilangan dan mendapatkannya kembali, sampai-sampai tak bisa berkata apa-apa selain terus menangis.
Shenyao menenangkannya cukup lama, sampai membuat semua orang yang melihat hampir terbelalak. Dalam benak pasukan Shenshi, pemimpin mereka adalah raja yang dingin, tenang, dan menyimpan kebuasan. Kapan lagi ada saat-saat selembut ini?
Setelah Alivilo akhirnya bisa sedikit mengendalikan dirinya, Antot maju dan menyapa Shenyao, “Sudah lama tidak bertemu.” Hanya Tuhan yang tahu betapa hatinya bergemuruh saat mengucapkan empat kata itu. Dulu, dia mempertaruhkan segalanya pada Shenyao, dan ketika mendengar kabar Shenyao meninggal, ia benar-benar putus asa. Untungnya, Alivilo kemudian memastikan bahwa Shenyao masih hidup, membuat Antot kembali punya keberanian untuk bangkit.
Kini, inilah saatnya ia membuktikan nilainya.
Setelah orang-orang sudah berkumpul, mereka pun mencari tempat untuk membahas urusan penting. Meski awalnya Shenyao membiarkan anggota pasukan lainnya ikut menonton, bukan berarti ia akan membiarkan mereka ikut mendengarkan pembicaraan rahasia. Bahkan Clarence pun diusir keluar dan tak diizinkan masuk.
Setelah suasana sudah bersih dari orang lain, Antot mulai melaporkan semua tindakannya selama bertahun-tahun terakhir. “Selama kau tidak ada, kekuatanku berubah dari terang ke gelap, mulai berbisnis informasi. Di sini ada semua data dari bank informasi kami, anggap saja sebagai hadiah pertemuan.” Kini, di bawah Shenyao sudah banyak orang hebat. Jika ingin mendapat posisi di lingkaran terdekat, Antot benar-benar harus berjuang.
“Hadiah pertemuan ini benar-benar berat,” ujar Shenyao sambil tersenyum, menerima kartu data dan memindainya ke terminal kantor. Ia menelusuri data itu dengan cepat, dan segera mendapat gambaran jelas tentang situasi pejabat tinggi Laidai. Di sana ia menemukan nama yang tak asing—Arthur Fangs. Sebenarnya, orang-orang Antot bisa menembus lingkaran dalam Laidai juga berkat bantuan Arthur.
Melihat pandangan Shenyao lama tertuju pada nama Arthur, Antot pun bertanya hati-hati, “Tuan muda Fangs ini mendekatiku lewat Philip. Sampai-sampai Philip ketakutan setengah mati. Awalnya dia juga tidak tahu siapa sebenarnya dirimu, kan?”
Shenyao mengangguk. Dulu dia memang berniat menjadikan Arthur sebagai bidak catur, namun tak menyangka perannya akan sebesar itu.
“Tuan muda Fangs ingin mencarimu karena lama tak bisa menghubungimu. Sekilas dia tampak seperti anak orang kaya yang tak berguna, tapi ternyata pikirannya sangat tajam. Saat kau baru saja menjalin hubungan denganku, dia langsung memperhatikanku. Jadi, ketika kau menghilang, aku yang pertama kali ia cari. Bahkan, identitasmu sebagai anggota pasukan revolusioner berhasil ia duga.”
Identitas Shenyao sebagai anggota pasukan revolusioner memang tidak sulit ditebak, sebab dulu semua informasi yang ia minta dari Arthur selalu berkaitan dengan pasukan revolusioner. Namun perilaku Arthur benar-benar di luar dugaan. “Bagaimana Arthur Fangs bisa masuk ke dalam pemerintahan?” Shenyao ingat, dulu Arthur tidak punya jabatan apa-apa, hanya anak muda kaya yang suka berfoya-foya.
Antot tak tahan untuk tertawa, lalu berkata, “Setelah aku memastikan identitasmu, aku sedikit ‘mengarahkan’ dia, membuatnya yakin bahwa kau orang yang tak berguna baginya dan akhirnya benar-benar memutuskan hubungan. Awalnya aku ingin membuatnya mundur, tapi tak disangka ia malah menggunakan koneksi ayahnya untuk jadi pejabat, dan dalam beberapa tahun ini kariernya terus menanjak. Informasi yang ia berikan pun makin bernilai.”
Aisteddet Fangs berusaha sekuat tenaga memperkuat kerajaan Laidai, sementara anaknya justru sibuk menggali pondasi kerajaan itu dari dalam. Sungguh ironi yang luar biasa.
Selama Shenyao menghilang, Philip tetap memasok logistik untuk kelompok fajar, dan itu semua berkat lobi Antot. Melihat bahwa Antot sangat andal dalam urusan intelijen, Shenyao pun bertanya, “Aku sudah membentuk departemen intelijen di sini. Kau tertarik memimpinnya?” Orang-orang yang dulu ia bawa dari Planet Peter umumnya kurang berpendidikan, kalau soal bertarung memang hebat, tapi untuk urusan pengumpulan dan penyaringan informasi masih diragukan. Clarence dan Obolet, orang-orang tipe cerdas, terpaksa memegang banyak jabatan, begitu juga Shenyao sendiri.
Departemen intelijen selama ini langsung dipegang Shenyao. Jika ia hendak menyerahkan pada Antot, itu jelas bukan keputusan sembarangan. Antot punya ambisi, namun juga sadar diri, memiliki strategi dan kewaspadaan, dengan pandangan yang tajam. Sekalipun Shenyao sebelumnya belum bisa memastikan ketulusan Antot, sekarang ia sudah bisa melihat apa yang sebenarnya diinginkan Antot.
Departemen intelijen sangatlah khusus. Shenyao tak mungkin mempercayakannya pada Clarence. Jika Clarence yang mengurus, maka tak ada lagi rahasia pribadi bagi Shenyao sebagai pemimpin. Obolet juga kurang cocok. Walaupun ia cerdas, pikirannya kerap terlalu rumit, justru bisa menyesatkan dirinya sendiri. Orang lain pun lebih tidak cocok lagi, kebanyakan dari mereka berasal dari Planet Peter dan terlalu banyak keterikatan, padahal anggota departemen intelijen sebaiknya tidak punya hubungan terlalu dalam dengan pihak mana pun.
Mendengar penunjukan itu, Antot tersenyum, “Tentu saja aku bersedia.” Berinvestasi di awal memang penuh risiko, tapi jika tepat, keuntungannya pun luar biasa. Sekarang mungkin ia hanya pejabat kecil di bawah panglima perang, namun kelak bisa menjadi pejabat besar di bawah seorang raja. Beruntung ia bertaruh lebih awal, sehingga kini bisa menjadi kepercayaan Shenyao. Kalau tidak, berapa pun lamanya waktu berlalu, ia tetap hanya akan menjadi kaki tangan dunia hitam.
Tidak adanya demokrasi membawa satu keuntungan besar: semua keputusan mutlak di tangan Shenyao. Bahkan jika ia menunjuk orang yang sama sekali asing bagi pasukan Shenshi untuk memimpin departemen intelijen, tak satu pun berani protes. Untuk urusan bagaimana Antot akan berbaur dengan kolega barunya, Shenyao yakin dengan kecerdikan dan kelihaiannya, semua pasti akan beres.