Bab 87: "Menjalani Hidup dengan Bebas" Diterbitkan

Penyanyi kampungan? Tolong panggil aku idola kalangan paruh baya. Kepolosan Pertama di Chengdu 2669kata 2026-03-06 07:01:04

Tingkah laku akun resmi Lang Bo dari film "Mabuk di Dunia Persilatan" yang berinteraksi dengan Zhao Mo membuat para netizen merasa heran dan tak habis pikir.

“Mereka berani-beraninya berinteraksi dengan Zhao Mo di saat seperti ini, apa mereka sudah tak peduli lagi dengan pendapatan box office?”

“Numpang tenar juga ada caranya, kan? Sekarang Zhao Mo sedang diterpa banyak opini negatif, tapi masih saja dielu-elukan?”

“Haha, tadinya mau nonton ‘Mabuk di Dunia Persilatan’, tapi terima kasih pada sutradara yang sudah membantu saya menghemat puluhan ribu.”

Banyak netizen yang menertawakan akun resmi film tersebut karena dianggap tidak peka terhadap situasi, berani-beraninya berinteraksi dengan Zhao Mo pada saat seperti ini.

Akibatnya, serangan warganet pun beralih ke pihak “Mabuk di Dunia Persilatan”.

...

Tak lama kemudian, tibalah waktu konferensi pers perilisan lagu tema “Mabuk di Dunia Persilatan”.

Di ibu kota.

Dalam konferensi pers, Sutradara Wang dan beberapa pemeran utama berinteraksi dengan hadirin serta menjawab beberapa pertanyaan dari para wartawan.

Seorang wartawan bertanya, “Sutradara Wang, mengapa kalian mengadakan konferensi pers khusus untuk lagu tema?”

Wang Yue menjawab, “Karena lagu tema kali ini sangat istimewa, saya ingin memperkenalkannya lebih awal kepada para penonton yang menantikan film kami.”

Wartawan itu bertanya lagi, “Sutradara Wang, kami juga punya satu pertanyaan lagi. Mengapa hingga sekarang kalian belum mengumumkan siapa penyanyi lagu tema ini?”

Wang Yue tersenyum sembari berkata,

“Kami sudah mengumumkannya, kok.”

“Eh? Sudah ya?” tanya wartawan itu dengan ragu.

Sang sutradara mulai jual mahal, ia tersenyum penuh misteri,

“Selanjutnya kami akan memutar video klip lagu tema, semua pertanyaan kalian pasti akan terjawab.”

Kemudian, layar besar di belakangnya mulai menampilkan gambar baru.

"Melangkah Bebas Sekali Lagi"

Judul lagu dengan huruf putih terpampang di layar hitam, di bawahnya tertulis kecil: Lagu Tema "Mabuk di Dunia Persilatan".

Selain itu, tak ada informasi tentang penyanyinya.

Misteri pun dibiarkan mengambang hingga saat terakhir.

Musik pengiring mulai terdengar, mengalun dengan irama perkusi dan dawai tradisional Tiongkok.

Gambaran yang tampak adalah hutan pegunungan yang asri dan indah.

Angin bertiup, daun-daun perlahan jatuh menutupi kamera, samar-samar terlihat seorang pria berjubah putih berjalan dari kejauhan, namun wajahnya tak terlihat jelas.

Dari latar belakang terdengar suara orang berteriak, “Hei! Ho!”

Kamera berganti, pria itu mulai menari dengan pedang mengikuti tiupan angin.

Beberapa kali kamera menyorot bagian kaki, tangan, bahkan bilah pedangnya, tetapi sama sekali tidak menunjukkan wajahnya, sehingga penonton tetap tak tahu siapa pria yang menari pedang itu.

Kamera perlahan menjauh, sosok pria itu semakin lama semakin samar.

Pada saat yang sama, terdengar suara seorang pria bernyanyi,

“Langit dan bumi luas, para pejalan berlalu cepat.”

“Ombak datang dan pergi.”

Suara penyanyi pria itu dalam dan penuh daya tarik.

Kini para wartawan semakin penasaran, sebab suara penyanyi itu terasa begitu familiar, tetapi mereka tak bisa menebak siapa.

“Cinta dan dendam, hidup dan mati hingga rambut memutih.”

“Berapa orang yang bisa melihat dengan jelas?”

Gambar kembali berganti, pria berjubah putih menuruni gunung, kali ini kamera lebih jelas, menampilkan wajahnya.

Para wartawan di bawah panggung langsung berseru kaget,

“Zhao Mo!”

“Itu Zhao Mo!”

Rasa ingin tahu para wartawan akhirnya terjawab, dan mereka pun teringat dengan interaksi akun resmi “Mabuk di Dunia Persilatan” bersama Zhao Mo di Lang Bo sebelumnya, sehingga mereka pun memahami maksud ucapan sutradara Wang tadi.

Ternyata mereka memang sudah memberi petunjuk tentang siapa penyanyi lagu tema tersebut.

Bersamaan dengan itu, akun resmi “Mabuk di Dunia Persilatan” mengunggah lagu "Melangkah Bebas Sekali Lagi" di Lang Bo dan Douyin, Zhao Mo pun langsung membagikannya.

Netizen yang mengetahui bahwa Zhao Mo adalah penyanyi lagu tema itu pun sontak terkejut.

Jumlah penonton yang menyaksikan video klip secara daring pun melonjak tajam.

Dalam video, Zhao Mo berjubah putih berjalan di tengah keramaian kota, di sekelilingnya orang-orang berlalu-lalang.

Ia membawa pedang di punggung, berjalan di antara lautan manusia yang sibuk, namun justru tampak sedikit kesepian.

“Dunia fana bergejolak, cinta mendalam mengikat jiwa.”

“Pertemuan dan perpisahan pasti tiba pada waktunya.”

“Sisakan setengah kesadaran, sisakan setengah mabuk.”

“Setidaknya dalam mimpi, kau tetap selalu mengikuti.”

Ketika Zhao Mo menyanyikan bagian ini, banyak netizen yang merinding.

Mereka yang mendengarkan dengan sungguh-sungguh, begitu larut dalam lagu hingga muncul perasaan tertekan yang sulit dijelaskan, seolah ingin segera dilepaskan.

Gambar berganti lagi, Zhao Mo berjalan di gang sempit, dari arah depan seorang gadis muda tengah dikejar musuh.

Tanpa sengaja, gadis itu terjatuh ke pelukan Zhao Mo.

Melihat adegan itu, para penonton terpana.

“Astaga, bukankah itu Zhang Jingwan?”

“Ya ampun, Wanwan tampil polos sekali!”

“Benar-benar mengejutkan, mereka berdua akhirnya berpelukan juga!”

...

Di dalam studio, Qin Kexin masih belum ada, hanya tersisa trio Zhao Mo.

Melihat tatapan aneh dari Yu Ze dan Bai Hao, Zhao Mo merasa agak kikuk, ia berkata,

“Kalian kenapa menatapku begitu?”

“Kak Mo, kenapa yang syuting MV sama kamu itu Zhang Jingwan?” Bai Hao pun melontarkan pertanyaan yang mengganjal di hatinya.

Mereka memang tahu Zhao Mo beberapa hari lalu syuting MV, tapi tak tahu bahwa lawan mainnya adalah Zhang Jingwan.

“Kalian kan nggak nanya,” jawab Zhao Mo sambil mengangkat bahu.

Yu Ze dan Bai Hao hanya bisa diam, tak tahu harus berkata apa.

Ketika melihat adegan Zhao Mo dan Zhang Jingwan berpelukan di layar, dua orang yang sedang asyik menonton gosip itu pun melotot.

“Gila!”

Zhao Mo jadi agak malu melihat reaksi mereka yang berlebihan.

“Ehem,”

Ia sengaja berdeham dua kali.

Sebenarnya tak ada apa-apa, hanya sekadar berpelukan.

Tapi karena lawan mainnya adalah Zhang Jingwan, tetap saja terasa aneh.

...

Dalam video klip, Zhao Mo dengan mudah mengalahkan musuh yang mengejar Zhang Jingwan.

Kamera berpindah, di gang terjadi perkelahian, sementara Zhao Mo diam-diam memperhatikan dari ujung gang.

Inilah adegan saat tokoh utama wanita menyelamatkan tokoh utama pria.

“Aku pertaruhkan masa mudaku demi hari esok.”

“Kau balas dengan ketulusan sepanjang hidupmu.”

Akhir dari MV.

Zhao Mo membawa kayu bakar ke kedai teh, kini ia tak lagi mengenakan jubah putih, melainkan baju dalam dan rompi, pedang biru di punggung pun tiada lagi, wajahnya dihiasi jenggot.

Sosok pria tampan berjiwa pendekar yang tadi pun sirna.

Jenggot di wajahnya menandakan ia telah menua.

Kemudian, Zhang Jingwan yang kini berpenampilan sebagai istri keluar, dengan lembut mengelap keringat di wajah Zhao Mo menggunakan saputangan.

Tatapan mereka berdua penuh cinta.

“Aku paham sekarang, mereka berdua sudah menjadi suami istri!”

“Cocok sekali dengan lirik lagunya!”

Namun, ada juga penonton yang tak terima hingga gigi gerahamnya hampir rontok, “Huwaa, Wanwan-ku, Zhao Mo kamu keterlaluan!”

Jelas itu penggemar berat Zhang Jingwan.

Akhirnya, Zhao Mo menyanyikan,

“Waktu berlalu, tak tahu berapa banyak duka lara di dunia.”

“Mengapa tidak melangkah bebas sekali lagi!”

Banyak penonton yang setelah mendengar lirik ini, hatinya seolah tercerahkan.

Video klip pun selesai, seluruh lagu sudah didengar.

Pada akhir video, muncul beberapa baris tulisan.

“Musik: Zhao Mo.”

“Lirik: Zhao Mo.”

Ternyata lagu ini ciptaan Zhao Mo sendiri?

Semua orang sungguh terkejut.

...

Di dalam mobil, Qin Kexin memeluk ponsel, menatap layar dengan penuh kemarahan.

“Kexin, kenapa kamu menatap layar itu sambil mengertakkan gigi?” tanya wanita yang duduk di kursi pengemudi.

“Tidak apa-apa,” ujar Qin Kexin sambil menggertakkan gigi kuat-kuat.

Ada yang bersedih, ada pula yang berbahagia.

Misalnya, seorang pria paruh baya yang sedang menikmati teh, setelah melihat Zhao Mo dan Zhang Jingwan berpelukan, ia langsung tertawa terbahak-bahak.

“Hahahahaha!”

Sementara, wanita cantik di sebelahnya hanya bisa memutar bola mata berkali-kali.