Bab Empat Puluh Delapan: Siapa yang Akan Menyanyikan "Perdagangan Cinta"?
Zhao Mo sendirian di asrama, baru saja selesai makan malam, lalu menerima pesan dari Zhang Jingwan lewat Weixin.
Isi pesannya adalah bocoran tentang isi pertandingan berikutnya, sekaligus Zhang Jingwan menawarkan tim fotografer perusahaannya untuk membantu Zhao Mo membuat MV.
Memang begitulah Kak Jingwan, selalu memikirkan cara agar ia bisa mengambil jalan pintas.
Zhao Mo membalas dengan sebuah stiker “terima kasih”.
Zhang Jingwan: Sudah kepikiran bagaimana menghadapi pertandingan selanjutnya?
Zhao Mo: Masih dipikirkan...
Zhang Jingwan: Baiklah. Kalau butuh sesuatu, cari aku saja.
Zhao Mo: Baik.
Setelah selesai ngobrol di Weixin, Zhao Mo berbaring di tempat tidur, mulai memikirkan strategi.
Sepulang dari kafe, ia sudah sempat membicarakan soal pertandingan berikutnya bersama Yu Ze dan Bai Hao. Setelah tahu aturannya, keduanya langsung bilang ingin santai saja.
Buktinya, malam-malam begini, Yu Ze dan Bai Hao entah ke mana pergi main, belum juga pulang.
Sebenarnya mereka bukan benar-benar ingin menyerah. Hanya saja setelah tahu betapa kejamnya aturan, mereka tidak ingin membebani Zhao Mo.
Menurut mereka, Zhao Mo setidaknya masih bisa minta bantuan pada Zhang Jingwan, tidak perlu khawatir terseret oleh mereka.
Zhao Mo sepenuhnya mengerti maksud kedua sahabatnya itu, tapi ia sendiri merasa kurang pantas meminta bantuan Zhang Jingwan.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, jika ia hanya mengandalkan diri sendiri untuk melawan para artis yang benar-benar sudah debut dan punya basis penggemar besar, sejujurnya itu sangat sulit.
Penilaian data hanya berlangsung satu minggu. Lagu yang butuh waktu untuk digemari jelas tidak cocok. Kecuali ia bisa mengeluarkan satu lagu dewa yang langsung meledak sejak awal, menggebrak arus utama dan popularitas, barulah bisa mengalahkan para artis yang sudah punya basis penggemar dalam waktu sesingkat itu.
Kebetulan, saat ini ia memang punya satu lagu seperti itu, yakni “Perdagangan Cinta”. Lagu ini bukan hanya punya bagian vokal perempuan, tapi juga potongan rap laki-laki yang cukup panjang.
Zhao Mo sempat berpikir untuk mengajak Yu Ze berduet, tapi warna suara Yu Ze tidak cocok untuk lagu ini.
Suara Yu Ze mirip Linghua, lantang dan penuh tenaga, jadi rasanya aneh sekali jika ia menyanyikan “Perdagangan Cinta”.
Yang paling pas memang harus perempuan, baru bisa membawakan rasa sakit hati akibat disakiti laki-laki yang terkandung dalam lagu itu...
Zhang Jingwan?
Ia pasti sudah gila kalau sampai mengajak Zhang Jingwan. Wanita itu sudah bertahun-tahun melajang, memintanya menyanyikan “Perdagangan Cinta” jelas sangat tidak cocok.
Atau undi saja?
Saat Zhao Mo hendak membuka panel sistem untuk top up dan undi lagu, Weixin kembali berbunyi.
Ia membuka ponsel, ternyata pesan dari Qin Kexin.
Sejak kasus manipulasi voting yang lalu, Zhao Mo sudah menambahkan Qin Kexin sebagai teman di Weixin. Ia selalu berniat mentraktir makan, tapi Qin Kexin sepertinya selalu sibuk, jadi Zhao Mo pun tahu diri dan tidak lagi mengganggu.
Namun saat Zhao Mo membaca isi pesan dari Qin Kexin, keningnya langsung berkerut.
Kenapa dia juga tiba-tiba membocorkan isi pertandingan berikutnya?
Zhao Mo: Terima kasih.
Qin Kexin: Sudah dapat penyanyi tamu untuk berduet?
Zhao Mo: Aku nggak punya kenalan, nggak ada relasi, mau cari siapa buat duet? (tertawa sambil menangis)
Qin Kexin: (heran) Bukannya kamu bisa cari Zhang Jingwan?
Zhao Mo: Nggak, rasanya nggak cocok...
Qin Kexin: Baguslah.
Zhao Mo: ?
Qin Kexin: Maksudku, waktu itu kamu bilang mau berterima kasih padaku, jadi aku kepikiran minta kamu buatkan aku sebuah lagu... Tapi kalau cuma karena aku membantu klarifikasi di Langbo lalu langsung minta lagu, rasanya aku terlalu serakah. Jadi, bisakah kamu buat lagu duet saja, sekalian aku jadi penyanyi tamu buatmu.
Zhao Mo membaca pesan itu, matanya berkedip-kedip.
Ini maksudnya dia mau jadi penyanyi tamu buatku, kan? Aku nggak salah paham, kan?
Karena Zhao Mo lama tak membalas, Qin Kexin menambahkan: Hak cipta tetap punyamu, cukup tulis aku sebagai penyanyi asli saja.
Zhao Mo jadi makin bingung, semua kata yang ditulis Qin Kexin ia mengerti, tapi kalau sudah jadi satu kalimat, kenapa jadi sulit dimengerti?
Apa maksudnya ini benar-benar gratis?
Zhao Mo: Aku memang punya lagu seperti itu, tapi kurasa kurang cocok buat kamu... Atau kamu tunggu saja, nanti kalau aku sudah buat yang cocok, baru aku kasih, ya?
Qin Kexin: Kirim saja dulu lagunya, biar aku dengar dulu. Siapa tahu aku bisa nyanyi.
Akhirnya Zhao Mo tak bisa menolak lagi, ia pun mengirim file digital “Perdagangan Cinta” pada Qin Kexin.
Qin Kexin nggak bakal marah, kan?
Begitu Qin Kexin menerima file, Zhao Mo langsung menyesal.
Bagaimana bisa aku mengirim lagu “Perdagangan Cinta” ke seorang gadis super cantik seperti Qin Kexin? Bukankah ini cari masalah?
Dua puluh menit berlalu, Qin Kexin belum juga membalas.
Zhao Mo menghela napas.
Mungkin setelah membaca lagunya, Qin Kexin jadi malas bicara lagi dengannya. Ya sudahlah, mending lanjut top up undi lagu saja.
Saat Zhao Mo hendak membuka panel untuk top up, tiba-tiba pesan dari Qin Kexin muncul.
Qin Kexin: Oke, aku bisa nyanyi.
Mata Zhao Mo membelalak.
Qin Kexin: Akhir-akhir ini aku banyak waktu luang, besok pagi ketemu di studio rekaman.
Setelah itu, Qin Kexin mengirimkan lokasi ke Zhao Mo.
Zhao Mo benar-benar syok, apa aku nggak salah lihat?
Qin Kexin benar-benar setuju?
Tapi meski Qin Kexin bersedia, Zhao Mo tetap merasa kurang pas, meminta seorang gadis muda penuh vitalitas menyanyikan “Perdagangan Cinta”, rasanya benar-benar aneh!
Tapi Qin Kexin sendiri sudah bilang mau, Zhao Mo pun sungkan untuk menolak.
Ya sudahlah, besok coba dulu di studio rekaman. Nanti dia bisa jelaskan secara halus, lalu undi satu lagu baru untuk Qin Kexin.
...
Qin Kexin berbaring di sofa, sambil menonton Douyin dan tertawa hingga tubuhnya berguncang.
“Ada apa sih? Sampai ketawa segitunya,” tanya Bai Lu sambil merapat, melihat Qin Kexin asyik menonton Douyin. Di layar terlihat seorang pemuda desa sedang menyanyi, tapi karena Qin Kexin memakai earphone bluetooth, Bai Lu tak bisa mendengar lagunya.
“Biar aku dengar juga.”
Bai Lu mencabut satu earphone Qin Kexin dan memasangnya di telinganya sendiri.
“Dia selalu cuci ayam lalu tinggalkan nomornya~”
“Tak pernah bersama kambing, aku antar dia pulang udang~”
Baru mendengar dua detik, Bai Lu langsung tertegun, wajahnya menunjukkan ekspresi sangat aneh.
Kalau bukan karena ada teks di bawah, ia benar-benar tak akan sadar bahwa lagu itu sebenarnya adalah “Aliansi Barisan Patah Hati”.
Penyanyi di video itu memang tampan, tapi suara uniknya benar-benar melekat di kepala.
Apalagi belakangan ini “Aliansi Barisan Patah Hati” memang sedang sangat populer, baik di kalangan tua maupun muda.
Sekarang di alun-alun, lagu “Terbang Bebas” bukan lagi penguasa tunggal, karena versi dansa “Aliansi Barisan Patah Hati” sedang cepat merebut pangsa pasar “Terbang Bebas”.
Harus diakui para ibu-ibu memang kreatif, lagu se-ceria ini bisa diubah jadi lagu dansa alun-alun.
Netizen muda awalnya mengejek, lalu menerima, bahkan akhirnya banyak yang bilang mau menarikan “Aliansi Barisan Patah Hati” di acara tahunan kantor maupun kelas.
Selain versi DJ dan sebagainya, para netizen kreatif juga membuat banyak versi parodi dari “Aliansi Barisan Patah Hati”.
Nah, Qin Kexin pun menemukan versi tampan dari “Aliansi Barisan Patah Hati” itu.
“Sepertinya kamu suka sekali lagu-lagu yang dinyanyikan Xiao Mo Mo ya.”
Begitu Bai Lu berkata demikian, tawa di wajah Qin Kexin langsung hilang.