Bab 31 Berangkat! Menuju Negeri Serigala Biru!
Begitu suara itu berhenti, dari tubuh Leluhur Raja Pedang meledak kekuatan kesadaran spiritual yang sangat kuat.
Dalam sekejap—!
Gelombang kekuatan itu tak kasat mata, namun saat meledak, ruang di sekitarnya ikut bergetar, seolah-olah ada riak tak terlihat yang berpusat pada tubuhnya menyebar ke segala arah.
Beberapa saat kemudian.
Leluhur Raja Pedang membuka matanya kembali.
“Tuan Penguasa Penjara! Sudah kutemukan!” katanya penuh semangat kepada Qin Lingsiao, “Ada satu tempat rahasia yang cukup bagus, jaraknya sekitar setengah hari perjalanan dari kita. Jika aku memaksa menembus ruang, kita bisa sampai dalam sekejap.”
“Oh?” alis Qin Lingsiao terangkat tipis. “Tingkat apa tempat rahasia itu?”
“Kira-kira setara dengan ranah Membelah Bumi,” Leluhur Raja Pedang memeriksa dari kejauhan, lalu menjawab, “Tingkatnya memang agak tinggi. Namun aura harta di dalam sangat kental, pasti banyak bahan langka dan pusaka alam yang kuat...”
Sebelum kalimatnya usai, ia melihat ekspresi Qin Lingsiao yang tampak tak berdaya. Qin Lingsiao melambaikan tangan, memotong ucapannya.
“Ada apa?” Leluhur Raja Pedang bertanya dengan suara bergetar.
“Terlalu tinggi,” Qin Lingsiao menjawab jujur, “Kekuatan yang kumiliki sekarang baru setara dengan ranah Pil Roh. Masuk ke tempat rahasia tingkat Membelah Bumi, kau ingin lihat aku meledak karena tak sanggup menahan energi di dalamnya?”
Ranah Membelah Bumi adalah tingkat yang jauh melampaui ranah Langit Tertinggi. Saat ini, ia masih di ranah Pil Roh. Di atas Pil Roh ada ranah Gerbang Langit, setelah itu berturut-turut ada ranah Matahari Langit, Sumber Langit, dan Langit Tertinggi.
Bahkan sebelum mencapai Membelah Bumi, masih ada dua ranah besar: Gunung Laut dan Matahari Bulan. Jadi, dengan kekuatan yang Qin Lingsiao miliki sekarang, masuk ke tempat rahasia tingkat Membelah Bumi saja sudah cukup untuk membuat tubuh dan dantiannya hancur hanya karena aura spiritual yang bocor di dalam, tanpa perlu mencari pusaka langka.
“M-maaf…” Leluhur Raja Pedang langsung panik, “Tuan Penguasa Penjara, aku tidak punya niat buruk! Kesetiaanku padamu setulus langit dan bumi!”
Qin Lingsiao hanya melirik sekilas, sedikit malas menanggapi. “Sudah, jangan banyak bicara. Cari tempat rahasia yang tingkatannya lebih rendah. Dengan kekuatanku sekarang, ranah Gunung Laut saja sudah batas kemampuanku.”
“Baik!” Leluhur Raja Pedang menarik napas lega ketika ia tahu dirinya tidak dimarahi.
Ia segera melepaskan kekuatan kesadaran spiritualnya sekali lagi.
Tak lama.
“Tuan Penguasa Penjara, sudah kutemukan. Ada satu tempat rahasia peninggalan pendekar ranah Gunung Laut. Tak jauh dari sini, kalau terbang kita bisa sampai dalam satu jam.”
“Oh?” alis Qin Lingsiao kembali terangkat.
Tadi ia hanya bicara asal, tak menyangka Leluhur Raja Pedang benar-benar bisa menemukan tempat rahasia sesuai keinginannya.
Maka Qin Lingsiao langsung memutuskan, “Bagus, bawa aku ke sana.”
“Siap!” Mata Leluhur Raja Pedang berbinar. Bisa membantu Tuan Penguasa Penjara secara langsung adalah kehormatan besar. Kalau teman-temannya di Penjara Kekacauan tahu, mereka pasti iri setengah mati.
Ia menggerakkan energi inti, membungkus tubuh Qin Lingsiao dengan aliran energi yang lembut.
“Tuan Penguasa Penjara, harap bersiap. Aku akan mulai terbang.”
Begitu kata-kata itu selesai, tubuh Leluhur Raja Pedang beserta Qin Lingsiao berubah menjadi cahaya keemasan panjang, melesat ke angkasa menuju tempat rahasia yang dituju!
...
Satu jam kemudian.
Di Negeri Serigala Biru.
Di tengah gurun pasir yang dilanda badai tanpa henti, dua sosok turun dari langit dan mendarat di sebuah oasis.
“Di sinilah tempatnya,” Leluhur Raja Pedang berkata penuh hormat kepada Qin Lingsiao, “Tuan Penguasa Penjara, pintu masuk tempat rahasia ada di dalam oasis ini. Danau di depan itu hanyalah ilusi. Di bawah danau, terdapat formasi pemindah menuju tempat rahasia.”
Qin Lingsiao mengangguk ringan, menatap Leluhur Raja Pedang, “Jarak ratusan ribu li pun kau bisa mendeteksi sedetail ini. Hebat, tampaknya kekuatan kesadaranmu sudah hampir menyamai narapidana tingkat dua.”
“Tuan Penguasa Penjara bercanda, ini hanya kemampuan kecil yang tidak seberapa,” Leluhur Raja Pedang buru-buru merendah, meski sorot matanya menyiratkan kebanggaan.
Dalam tiga tahun terakhir, sangat jarang ada orang di Penjara Kekacauan yang mendapat pujian langsung dari Qin Lingsiao. Kini, sebagai narapidana tingkat satu, ia mendapat kehormatan sebesar itu. Kalau saja Qin Lingsiao tidak ada di depannya, Leluhur Raja Pedang pasti sudah tertawa terbahak-bahak.
Qin Lingsiao tak bicara lebih lanjut, diam-diam mengamati permukaan danau di depannya.
Tiba-tiba.
Gemuruh petir terdengar mendekat. Di langit, muncul sebuah perahu awan, diselimuti cahaya petir, panjangnya sekitar seratus meter dan tinggi belasan meter, tampak megah dan berwibawa.
“Ada orang lain?” Qin Lingsiao mengerutkan kening.
Ia tak menyangka, begitu ia dan Leluhur Raja Pedang tiba, langsung saja datang kelompok lain ke tempat ini.
“Tuan Penguasa Penjara, biar aku usir mereka!” Leluhur Raja Pedang segera ingin bertindak.
“Tak perlu,” Qin Lingsiao menggeleng dan mengangkat tangan, menghentikan tindakannya. “Jika mereka juga menemukan tempat ini, itu adalah takdir mereka. Aku hanya ingin berlatih di tempat rahasia, tak perlu bertindak kejam.”
“Tuan Penguasa Penjara sungguh bijak!” Leluhur Raja Pedang buru-buru menahan diri, tak lupa memuji.
Tak lama, perahu awan perlahan mendarat. Tujuh orang melompat turun dari dek perahu.
Ketujuh orang itu berpakaian seragam, jelas berasal dari satu sekte. Di depan mereka berdiri seorang lelaki tua yang auranya luar biasa kuat, seorang ahli ranah Sumber Langit. Sisanya enam orang muda dengan kekuatan tak lemah, semuanya berada di ranah Gerbang Langit.
Setelah mendarat, lelaki tua itu melambaikan tangannya. Perahu awan pun segera menyusut menjadi sebesar telapak tangan dan ia simpan dalam cincin penyimpanan.
“Eh?” Lelaki tua itu terkejut melihat Qin Lingsiao dan Leluhur Raja Pedang, lalu bertanya dengan kening berkerut, “Kalian siapa? Tempat rahasia ini sudah lama kami temukan, mengapa baru sekarang kalian muncul?”
“Kami…” Leluhur Raja Pedang baru hendak menjawab.
Namun Qin Lingsiao sudah lebih dulu menyela, “Kami adalah pendekar pengembara di sekitar sini. Melihat aura spiritual di tempat ini sangat luar biasa, jadi kami datang memeriksa. Tak disangka, ternyata ini tempat rahasia.”
“Oh?” Kening lelaki tua itu berkerut lebih dalam.
Ia ingin mengusir mereka secara paksa, tapi aura Qin Lingsiao jelas hanya ranah Pil Roh. Namun Leluhur Raja Pedang di sampingnya terasa sulit diukur, bagaikan menatap ke jurang yang tak berujung.
“Kalian…” Lelaki tua itu ragu sejenak. Karena merasa tidak bisa menebak kekuatan Leluhur Raja Pedang, akhirnya ia mengalah, “Baiklah, tempat rahasia ini bukan milik kami sendiri. Siapa pun yang menemukan, berhak mendapat bagian. Kalian sudah datang, silakan bertahan di sini.”
Begitu kata-kata itu terucap, keenam pemuda di belakangnya tampak bingung.
Jelas sekali, biasanya lelaki tua itu sangat keras dan tidak ramah. Apalagi soal perebutan harta karun, bahkan yang melawan sedikit saja pasti langsung dibunuhnya tanpa ampun.
“Aneh, mengapa guru tiba-tiba berubah watak?”
“Mungkinkah kedua orang ini punya latar belakang yang tak kita ketahui?”
“Ah, siapa peduli? Mereka cuma berdua, sedangkan kekuatan Sekte Kunlun sudah lengkap di sini. Apa yang bisa mereka lakukan berdua saja?”