Bab Tiga Puluh: Menghentikan penyelidikan? Mustahil.
Halaman (1/3)
Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di benaknya. Xie Manlou mengusap keningnya yang berkerut, lalu memutuskan untuk keluar menghirup udara segar.
Baru saja ia melangkah keluar dari gedung kepolisian, ponselnya tiba-tiba berdering. Fu Yu yang menelepon.
“Bos, ada perkembangan baru!” Suara Fu Yu terdengar agak cemas. “Putra Kak Wang bertemu dengan orang-orang misterius itu. Mereka bertemu di sebuah pabrik terbengkalai. Haruskah kita bertindak?”
“Jangan gegabah,” ujar wanita itu sambil diam-diam mengamati keadaan di sekelilingnya. “Terus awasi mereka. Lihat apa sebenarnya yang sedang mereka rencanakan.”
“Dimengerti! Tapi...” Fu Yu terdiam sejenak, nadanya penuh keraguan. “Pertemuan mereka kali ini sangat besar-besaran. Sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar.”
“Besar-besaran?” Hati Xie Manlou menegang. “Kerahkan lebih banyak orang untuk mengawasi mereka secara diam-diam. Jangan sampai kita memperingatkan mereka.”
“Baik, saya mengerti.” Setelah menjawab, Fu Yu langsung menutup telepon.
Xie Manlou berjalan perlahan. Sekilas ia tampak sedang bersantai, padahal pikirannya sibuk menyusun rencana berikutnya.
Orang mencurigakan yang berada di luar kantor polisi masih berkeliaran di sekitar tempat itu, membuatnya merasa seolah-olah sedang diawasi.
“Bos.” Yun Yan entah sejak kapan sudah muncul di sisinya. Dengan suara rendah ia berkata, “Saya sudah menugaskan orang untuk mengawasi orang mencurigakan itu. Untuk sementara, belum ditemukan sesuatu yang tidak biasa.”
“Hmm, terus awasi dia.” Xie Manlou mengangguk tipis, matanya menyapu jalanan di sekitar mereka. “Akhir-akhir ini, keamanan di sekitar kantor polisi harus diperketat. Entah kenapa, saya merasa situasinya tidak aman.”
“Baik!”
Baru saja Yun Yan menyanggupi, ponselnya kembali berdering. Ia melirik layar, lalu wajahnya sedikit berubah.
“Bos, telepon dari kantor.”
Hati Xie Manlou menegang. Firasat buruk tiba-tiba memenuhi benaknya.
“Angkat. Lihat ada apa.”
Yun Yan menerima panggilan itu. Wajahnya tampak semakin buruk dari waktu ke waktu. Setelah menutup telepon, ia menatap Xie Manlou dan berkata dengan suara berat, “Bos, pihak kantor mengatakan ada orang dari atasan yang datang dan memerintahkan kita menghentikan penyelidikan terhadap Kak Wang dan ‘Burung Hantu Malam’.”
“Apa?” Tatapan wanita itu seketika menajam. “Menghentikan penyelidikan? Mengapa?”
“Pihak kantor tidak menjelaskan alasannya. Mereka hanya menyampaikan perintah dari atas.” Yun Yan mengerutkan kening, jelas juga merasa sangat bingung.
“Ini pasti ada masalah!” Xie Manlou mendengus dingin. “Pengaruh ‘Burung Hantu Malam’ ternyata sudah menyusup sedalam ini...”
“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” Yun Yan menatapnya, menunggu instruksi.
“Kita kembali dulu.” Ia berbalik dan berjalan menuju kantor polisi dengan langkah berat. “Bagaimanapun juga, kita tidak boleh begitu saja menghentikan penyelidikan.”
Sesampainya di kantor polisi, ia segera memanggil Fu Yu, Qin Ruan, dan yang lainnya.
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
“Kalian semua sudah tahu, bukan? Ada orang dari atasan yang datang dan memerintahkan kita menghentikan penyelidikan.” Wanita itu memandang semua orang. “Namun, kita tidak bisa begitu saja membiarkannya. Katakan pendapat kalian.”
“Bos, jelas ada seseorang yang melindungi ‘Burung Hantu Malam’. Kita tidak boleh hanya menunggu tanpa melakukan apa-apa,” ujar Fu Yu dengan marah.
“Benar. Kita sudah mendapatkan beberapa petunjuk. Kita sama sekali tidak boleh menyerah di tengah jalan,” Qin Ruan turut menyahut.
“Tapi, perintah dari atasan...” Yun Yan memandang semua orang dengan cemas.
“Kita menyelidikinya secara diam-diam,” kata Xie Manlou setelah merenung sejenak. “Jangan sampai mereka mengetahui apa yang kita lakukan.”
“Selain itu, cari tahu mengapa atasan mengeluarkan perintah seperti ini.”
“Baik!” jawab semua orang serempak.
“Kalau begitu, kita bergerak masing-masing.” Ia mulai membagi tugas. “Fu Yu, terus awasi putra Kak Wang dan orang-orang misterius itu. Qin Ruan, selidiki lebih dalam perusahaan cangkang tersebut. Yun Yan, bertugaslah berkomunikasi dengan orang-orang di kantor. Lihat apakah kau bisa mendapatkan informasi.”
“Baik!”
Ketiganya menerima tugas masing-masing dan segera pergi. Sementara itu, Xie Manlou duduk sendirian di ruang kerja yang telah disediakan, memikirkan langkah selanjutnya.
Ruangan itu begitu sunyi hingga terasa menekan. Xie Manlou bersandar di kursinya dan memejamkan mata. Berbagai petunjuk serta bayangan terus bermunculan dalam benaknya.
Tiba-tiba ia membuka mata, seolah-olah baru teringat sesuatu. Ia mengambil dokumen di atas meja dan kembali membacanya dengan saksama.
Waktu berlalu tanpa terasa di tengah pekerjaan yang menegangkan. Tanpa disadari, malam pun tiba.
“Bos.” Yun Yan mengetuk pintu dengan pelan sebelum masuk ke ruang kerja. “Saya mendapatkan beberapa informasi dari kantor. Sepertinya hal itu berkaitan dengan perintah untuk menghentikan penyelidikan kali ini.”
“Informasi apa?” Xie Manlou segera menegakkan tubuh dan menatap Yun Yan.
“Katanya...” Yun Yan melirik ke sekeliling, lalu merendahkan suara. “Ada seseorang dari pihak atasan yang mendapat ancaman. Karena itulah perintah ini dikeluarkan.”
“Diancam?” Tatapan Xie Manlou berubah tajam. “Sepertinya ‘Burung Hantu Malam’ jauh lebih berani dan kejam daripada yang kita bayangkan.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Yun Yan dengan cemas.
“Bagaimanapun juga, kita harus terus menyelidikinya.” Wanita itu berdiri dan berjalan ke jendela. Sambil memandang malam di luar, ia berkata, “Aku akan membuat segala sesuatu yang tersembunyi dalam kegelapan terbakar habis oleh cahaya matahari!”
Namun, masalah ini jelas tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Setelah berpikir sejenak, ia memutuskan untuk menemui Kepala Wu dan mencoba mencari tahu keadaan sebenarnya.
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
Xie Manlou berbenah seadanya, lalu mengemudikan mobil menuju kediaman Kepala Wu. Sepanjang perjalanan, lampu-lampu neon kota berkelap-kelip, tetapi pikirannya sama sekali tidak tertuju pada pemandangan malam yang semarak itu. Benaknya hanya dipenuhi urusan ‘Burung Hantu Malam’ serta perintah penghentian penyelidikan yang datang secara tiba-tiba dan tidak masuk akal.
Sesampainya di kediaman Kepala Wu, ia turun dari mobil dan merapikan pakaiannya, lalu menekan bel pintu.
Tak lama kemudian, pintu perlahan terbuka. Melihat dirinya, penjaga Kepala Wu sempat tertegun, lalu tersenyum dan berkata, “Nona Xie, mengapa Anda datang? Silakan masuk.”
Xie Manlou mengikuti penjaga itu memasuki ruang tamu. Kepala Wu sedang duduk di sofa sambil membaca koran. Begitu melihat kedatangannya, ia meletakkan koran dan bangkit menyambutnya.
“Manlou, kau datang selarut ini. Ada urusan apa?”
“Kepala Wu, saya datang untuk menanyakan sesuatu kepada Anda.” Wanita itu tidak berbasa-basi dan langsung menyampaikan maksud kedatangannya.
Melihat raut wajahnya yang serius, Kepala Wu kira-kira sudah dapat menebak persoalannya. Ia menunjuk sofa.
“Duduklah dahulu. Ceritakan perlahan.”
Setelah keduanya duduk, Xie Manlou menarik napas dalam-dalam.
“Kepala Wu, kantor tiba-tiba mengeluarkan perintah untuk menghentikan penyelidikan terhadap kasus ‘Burung Hantu Malam’ dan Kak Wang. Apakah Anda tahu apa yang sebenarnya terjadi? Saya mendengar ada seseorang dari pihak atasan yang mendapat ancaman, sehingga perintah ini dikeluarkan sebagai jalan terakhir. Sebenarnya ada apa?”
Kepala Wu terdiam sejenak. Wajahnya menampakkan keputusasaan dan kekhawatiran.
“Manlou, masalah ini memang sangat rumit.”
“Memang ada seseorang dari pihak atasan yang mendapat ancaman. Cara mereka mengancam sangat tersembunyi sekaligus kejam. Tampaknya mereka memegang kelemahan orang-orang itu. Jika penyelidikan tidak dihentikan, akibatnya bisa sangat mengerikan.”
“Tapi, Kepala Wu, ‘Burung Hantu Malam’ telah melakukan begitu banyak kejahatan. Kita sudah mendapatkan sebagian petunjuk. Saya sungguh tidak rela jika harus menyerah begitu saja!” katanya dengan geram dan penuh kegelisahan.
Kepala Wu mengangguk.
“Aku memahami perasaanmu. Sebenarnya, aku juga tidak ingin berhenti di tengah jalan.”
“Namun, situasi saat ini sangat genting. Kekuatan di balik ‘Burung Hantu Malam’ saling berkelindan dan berakar begitu dalam. Sedikit saja salah bergerak, seluruh keadaan bisa terguncang. Bertindak gegabah mungkin justru akan menimbulkan kerugian yang lebih besar.”
“Jadi, benar-benar tidak ada cara lain?”
“Bukan berarti tidak ada cara,” jawab Kepala Wu sambil menatapnya dengan pandangan mendalam. “Hanya saja, semuanya harus direncanakan dengan matang.”
“Setelah kau kembali, penyelidikan diam-diam tetap tidak boleh dihentikan. Namun, kau harus lebih berhati-hati dan waspada. Jangan sampai memperingatkan mereka lagi.”
“Aku juga akan mencari cara untuk menemukan titik terobosan dan mengungkap dalang di balik semua ini.”
Halaman (3/3)