Bab 26: 'Dewa Abadi Mata Merah'
"Siapa aku? Hah, dengan tingkat kultivasimu saat ini, kamu belum layak untuk mengetahuinya."
Jiang Yan berdiri dengan tangan terlipat di belakang punggung, raut wajahnya tenang. "Jika suatu hari nanti kamu cukup beruntung untuk mencapai ranah kenaikan dan menginjakkan kaki di alam atas, kamu bisa menanyakan nama Kaisar Abadi Chidong kepada siapa pun di sana."
Kaisar Abadi Chidong.
Itulah nama yang dulu digunakan Jiang Yan di Alam Lingxiao. Menyebutnya kembali sekarang, ada sedikit rasa nostalgia yang muncul.
Setelah mendengar kata-kata itu, pupil mata Xuanyou menyusut tajam. Seluruh wujud jiwanya bergetar hebat. Ia menatap lekat-lekat ke arah Jiang Yan di depannya. Meski di dalam hati samar-samar ia sudah menduga, ia tetap merasa sangat terkejut, "Kaisar Abadi... Kaisar Abadi... apakah kau benar-benar berasal dari alam atas?!"
Jiang Yan tidak menjawab iya atau tidak.
Berada di dalam ruang jiwa ini, jawaban yang ia berikan sudah sangat jelas.
Namun, Xuanyou masih merasa ada yang mengganjal. Setelah tenang sejenak, ia bertanya dengan suara rendah, "Karena kau adalah Kaisar Abadi dari alam atas, mengapa kau bisa terdampar ke alam bawah?"
Logikanya, seorang Kaisar Abadi alam atas pasti memiliki kultivasi di atas ranah kenaikan. Jika sudah di atas ranah kenaikan, untuk apa bersusah payah menggunakan teknik jiwa?
Kecuali...
Saat ini ia memang sudah tidak berada di ranah kenaikan lagi!
Teringat tiga ratus tahun yang lalu, kultivasi orang ini hanya berada di ranah konsentrasi jiwa (nengshen). Kemudian tiga ratus tahun berlalu, kultivasinya mencapai puncak ranah rongga hampa (dongxu)... itulah ranah yang dimilikinya sekarang!
Awalnya Xuanyou mengira orang ini sengaja menekan kultivasinya, tetapi sekarang tampaknya bukan begitu!
Ia membatin, kultivasi orang ini sekarang mungkin memang hanya di puncak ranah rongga hampa!
Jiang Yan tentu bisa membaca pikiran Xuanyou. Namun, karena berada di dalam ruang jiwa, tidak ada gunanya menyembunyikan sesuatu. Lagipula, ia tidak pernah membiarkan musuhnya hidup.
Jiang Yan tersenyum tipis dan berterus terang, "Selalu ada pembudidaya alam bawah yang ingin naik menjadi abadi, tentu saja ada pula abadi alam atas yang terbuang ke dunia fana."
Mendengar itu, mata Xuanyou yang redup berkilat sejenak, lalu ia tertawa sinis dengan suara parau.
Ia mengangkat kepala sedikit, menjilat bibirnya yang kering, lalu berkata dengan nada mengejek, "Jadi begitu, ternyata kultivasimu saat ini hanyalah ranah rongga hampa."
"Oh?"
Jiang Yan menyipitkan mata, sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan. "Mendengar nada bicaramu, sepertinya kau sangat tidak terima dan berangan-angan untuk mengalahkanku?"
"Hahaha..."
Xuanyou memutuskan untuk tidak berpura-pura lagi, ia mendongak dan tertawa terbahak-bahak. "Teknik jiwamu ini sepertinya tidak ada istimewanya. Aku sekarang adalah ahli ranah kesengsaraan (dujie), masakan tidak bisa mengatasi seorang kultivator ranah rongga hampa?"
"Karena kau dulunya adalah Kaisar Abadi, maka hari ini aku akan... menjadi seorang pembunuh abadi!"
Saat mengucapkan kata 'pembunuh abadi', ada gejolak yang tak tertahankan di dalam hatinya. Seluruh tubuhnya memancarkan niat bertarung dan niat membunuh yang kuat!
Bahkan, ada sedikit rasa gembira yang belum pernah ia rasakan sebelumnya!
Membunuh abadi!
Ini adalah membunuh abadi!!
Terlepas dari apakah ia bisa berhasil naik ke alam abadi nantinya, memiliki rekam jejak 'membunuh abadi' saja sudah cukup untuk membuat hidupnya tanpa penyesalan!
"Membunuh abadi?"
Jiang Yan mencemooh, seolah-olah baru saja mendengar lelucon yang paling konyol.
Sejak zaman dahulu, tidak sedikit orang yang ingin membunuh abadi, tetapi berapa banyak yang berhasil?
Di hadapan kekuatan absolut Alam Lingxiao, pembudidaya alam bawah tidak ada bedanya dengan semut.
Namun, memang ada satu orang.
Seorang pembudidaya alam bawah bernama 'Wang Chuang'.
Ribuan tahun lalu, orang ini memiliki bakat yang luar biasa langka. Ia menciptakan teknik bela diri bernama 'Teknik Melawan Abadi' dan hampir seorang diri membalikkan seluruh Alam Lingxiao.
Bahkan jika ada orang dari alam atas yang menyebutkannya sekarang, mereka masih merasa sangat tidak percaya.
Bagaimana mungkin semut alam bawah bisa menggulingkan alam atas?
Bahkan Jiang Yan sendiri selalu merasa setengah percaya setengah tidak.
Namun sejujurnya, Jiang Yan sangat tertarik dengan 'Teknik Melawan Abadi' yang legendaris itu.
Jika teknik itu benar-benar sehebat rumornya, maka ia bisa sepenuhnya terlepas dari situasi sulitnya saat ini.
Hanya saja, di mana 'Teknik Melawan Abadi' itu berada?
Di alam atas? Atau di alam bawah?
Sama sekali tidak ada yang tahu.
Jiang Yan menggelengkan kepala, berhenti memikirkannya, lalu merespons Xuanyou, "Dengan kultivasimu, berangan-angan membunuh abadi sungguh terlalu sombong dan tidak tahu diri!"
"Tentu saja, jika kau tidak percaya, silakan coba saja!"
Setelah berkata demikian, Jiang Yan diam berdiri dengan tenang menatap Xuanyou.
Mengingat situasi sudah sampai di titik ini dan topeng mereka sudah terbuka, Xuanyou tentu tidak memedulikan apa pun lagi!
"Hmph! Mari kita coba!"
Ia mendengus dingin, wajahnya yang keriput dipenuhi hawa dingin, lalu ia menerjang ke arah Jiang Yan layaknya anjing gila!
Meski terlihat ceroboh, di dalam hatinya ia tetap waspada. Ia ingat bahwa serangannya tadi langsung menembus tubuh lawannya...
Artinya, saat ini mereka berdua hanyalah wujud jiwa yang tidak berwujud, bukan fisik nyata!
Karena bukan fisik nyata, serangan biasa tentu tidak efektif. Jadi, ia harus menggunakan teknik khusus!
Xuanyou pun mulai merapal mantra. Namun, ia terkejut mendapati bahwa ia tidak bisa menggerakkan tenaga dalam sedikit pun, seolah-olah tenaga dalam di tubuhnya telah benar-benar terlepas!
Bukan terlepas, melainkan ruangnya telah diisolasi!
Xuanyou merasa kesal. Sialan, ruang jiwa macam apa ini sampai-sampai ia tidak bisa menggunakan apa-apa!
Lalu, bagaimana dengan kata-kata sombong yang baru saja ia ucapkan? Apakah itu hanya lelucon?
Wajah Xuanyou menghitam, ekspresinya menjadi tidak wajar.
Jiang Yan yang melihat itu merasa sedikit lucu. "Kenapa? Rekan Xuanyou, sekarang kau merasa dirimu seperti badut?"
"..."
Urat leher Xuanyou menonjol, wajahnya memerah karena marah, ia meraung, "Aku tidak percaya takhayul ini!!"
*Syu!*
Setelah jeda sejenak, ia kembali melesat ke arah Jiang Yan.
Jiang Yan menggeleng. "Percuma, berada di dalam ruang jiwaku, semua yang kau lakukan sia-sia."
"Segala sesuatu di dalam ruang jiwa ini bisa diubah sesuka hatiku."
Setelah berkata demikian, ia melambaikan tangan dengan lembut.
Seketika, cahaya merah yang menyelimuti tempat itu perlahan menghilang, digantikan oleh matahari dan bulan yang naik ke angkasa, menyinari gunung dan sungai.
Di depan Xuanyou, tiba-tiba muncul sebuah batu raksasa yang terus membesar hingga menjadi gunung yang tak bisa dilewati.
Xuanyou tampak sangat kecil seperti semut di hadapan gunung tersebut.
Ia mendongak, bahkan tidak bisa melihat apa yang ada di balik gunung besar itu.
*Boom!*
Gunung itu runtuh seketika. Xuanyou tidak bisa menghindar dan langsung tertindih di bawah reruntuhan batu.
Tak lama kemudian, di sisi lain gunung, sesosok wujud jiwa perlahan membesar, sepuluh tombak, seratus tombak... bahkan mencapai seribu tombak tingginya!
Wujud jiwa itu adalah Jiang Yan.
Ia menunduk menatap Xuanyou yang tertindih di kaki gunung, suaranya menggema, "Dengan menjentikkan jari, aku bisa membuatmu musnah menjadi debu. Alasan aku tidak membunuhmu adalah karena masih ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu."
Menghadapi sosok raksasa itu, seluruh jiwa Xuanyou gemetar. Ini adalah ketakutan dari kedalaman jiwa, bahkan nada bicaranya menjadi parau dan gemetar, "Kau... apa yang ingin kau tanyakan..."
Sosok jiwa yang raksasa itu hanya mengucapkan empat kata dengan tenang, "Api Sejati Tianyan."