Bab 17: Raja Iblis Sekecil Telapak Tangan
Halaman 1/3
Di tengah pegunungan dan hutan, tiga orang lelaki sedang mendekati seorang perempuan di hadapan mereka dengan senyum licik.
“Nona kecil, kalau kau menurut dan melayani kami dengan baik, kami berjanji tidak akan menyakitimu sedikit pun. Kalau tidak… hehehe.”
Melihat ketiga lelaki itu perlahan mendekat dengan niat buruk, wajah perempuan itu dipenuhi keterkejutan dan ketakutan. Sambil terus mundur, ia memohon ampun.
“Para kakak, kumohon, lepaskan aku. Aku adalah murid Sekte Embun Beku. Pemimpin sekte kami sudah mencapai tahap Bayi Jiwa. Jika ia mengetahui hal ini, kalian pasti tidak akan luput dari hukuman.”
Begitu ia selesai bicara, lelaki yang memimpin langsung tertawa terbahak-bahak.
“Nona kecil, kalau kau tidak menyebut nama Sekte Embun Beku, mungkin aku masih akan sedikit waspada. Namun karena kau membawa-bawa Sekte Embun Beku, terus terang saja, aku sama sekali tidak menganggapnya penting.”
“Aku mengenal pemimpin sektemu. Dia hanya pecundang tahap Pembentukan Inti tingkat kelima. Kalaupun dia mengetahui kejadian ini, memangnya dia bisa berbuat apa? Jadi, sebaiknya kau menurut dan ikut bersama kami!”
Setelah berkata demikian, aura kekuatan lelaki itu meledak. Ia hendak menangkap perempuan di hadapannya.
“Guk! Guk!”
Namun, tepat pada saat itu, suara gonggongan anak anjing yang kekanak-kanakan tiba-tiba menarik perhatian mereka.
Ketika menunduk, mereka melihat seekor anak anjing hitam muncul entah dari mana. Anjing itu kini berdiri di hadapan mereka, menggonggong sambil memperlihatkan giginya dengan garang.
“Hei, Kakak, apa kau tidak merasa anjing ini agak tidak asing?” tanya seorang lelaki di sampingnya sambil menunjuk anak anjing hitam itu.
Lelaki pemimpin tersebut mengamati anak anjing itu dengan saksama. Sesaat kemudian, wajahnya berubah menjadi penuh ketidakpercayaan.
“Ini… bukankah anjing yang tadi kutendang hingga terlempar di dalam kota? Ternyata ia belum mati?”
Ucapan itu seketika membuat dua lelaki di sampingnya memasang ekspresi aneh.
“Kakak, kalau ia tidak mati, itu memang tidak terlalu mengherankan. Namun, dalam waktu sesingkat ini, ia sudah muncul di sini. Tidakkah menurutmu itu aneh?”
Mendengar hal tersebut, lelaki pemimpin itu langsung mengernyit.
Benar juga. Setelah menendang anak anjing itu hingga terlempar, mereka merasakan perempuan di hadapan mereka terbang melintas di atas kepala. Karena timbul niat jahat, mereka pun segera mengejarnya.
Mereka datang dengan terbang. Walaupun tempat ini hanya berjarak beberapa puluh li dari kota, bagaimana mungkin anjing kecil itu bisa tiba di sini dalam waktu sesingkat itu?
Saat mereka masih kebingungan, tiba-tiba mereka merasakan aura kultivasi yang mengerikan terpancar dari tubuh Xiaoqiang.
“Celaka, anjing ini… adalah Raja Iblis!”
Bangsa siluman terbagi menjadi empat tingkatan, dari yang terendah hingga tertinggi: Raja Iblis, Kaisar Iblis, Penguasa Iblis, dan Kaisar Agung Iblis. Siluman di bawah tingkat Raja Iblis hanyalah siluman rendahan yang tidak berarti, sedangkan Raja Iblis setara dengan kultivator manusia pada tahap Bayi Jiwa.
Bagi mereka yang berada di tahap Pembentukan Inti, kekuatan semacam itu benar-benar merupakan penindasan mutlak.
“Lari!”
Halaman 2/3
Lelaki pemimpin itu sama sekali tidak memiliki keberanian untuk melawan. Ia berteriak keras lalu berbalik hendak melarikan diri.
Namun, Xiaoqiang tentu saja tidak akan memberi mereka kesempatan. Tadi, entah bagaimana, ia ditendang oleh orang-orang ini. Seandainya ia tidak bertemu dengan tuannya yang memiliki kemampuan menembus langit, mungkin ia sudah lama mati.
Ia datang ke tempat ini karena setelah tiba-tiba memperoleh kekuatan kultivasi, ia merasakan keberadaan mereka dan sengaja datang untuk membalas dendam.
Xiaoqiang hanya mengangkat salah satu cakarnya dengan ringan. Dalam sekejap, ruang di sekitarnya tersegel oleh kekuatan yang dahsyat.
Terlebih lagi, perempuan di samping mereka yang kultivasinya hanya berada pada tahap Pendirian Fondasi langsung merasakan aura kematian menyelimutinya.
Ketiga lelaki yang hendak melarikan diri pun mendapati bahwa tubuh mereka tidak dapat bergerak. Mereka langsung ketakutan hingga keringat dingin bercucuran.
“Yang Mulia Raja Iblis, ampunilah kami! Aku salah! Aku…”
Namun, sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, Xiaoqiang sudah menekan cakarnya dengan lembut.
Seketika, cakar anjing raksasa yang tersusun dari tenaga spiritual muncul dari udara kosong. Bentuknya bagaikan gunung kecil saat menghantam ketiga lelaki itu.
Brak!
Dalam sekejap, mereka bertiga remuk menjadi daging cincang.
Setelah ketiganya tewas, kekuatan tak kasatmata di sekitar mereka pun menghilang.
Xiaoqiang berbalik dan melirik perempuan itu dengan acuh tak acuh. Kemudian, ia mengangkat kaki belakangnya dan kencing di batang sebuah pohon. Setelah itu, ia berubah menjadi seberkas cahaya dan terbang kembali ke kota.
Perempuan itu baru tersadar setelah Xiaoqiang pergi cukup lama.
Ia terengah-engah. Bagaimanapun juga, ia tidak pernah menyangka bahwa seekor anjing kecil seukuran telapak tangan ternyata adalah Raja Iblis—Raja Iblis dengan kekuatan yang setara dengan pemimpin sektenya.
Jika ia menceritakan kejadian ini kepada orang lain, mungkin semua orang akan menganggapnya sudah gila.
Sementara itu, Zheng Jingren yang sedang bermain gim di dalam toko segera memuji Xiaoqiang begitu melihatnya kembali.
“Hei, ternyata kau cukup pintar juga, ya. Baru datang sudah tahu pergi buang air sendiri, lalu tahu pula jalan pulang.”
Sejak awal, Zheng Jingren memang menyukai anjing. Hanya saja ia terlalu malas mengajak anjing berjalan-jalan, sehingga tidak pernah memeliharanya. Namun, jika memiliki anjing sepandai dan sepenurut ini, memelihara seekor agaknya bukan ide yang buruk.
Xiaoqiang menatapnya sekilas, lalu berjalan ke sisinya dan berbaring di dekat kakinya. Zheng Jingren pun kembali mengusap kepala anjing itu.
Setelah bermain gim selama beberapa jam, Zheng Jingren telah membawa Zhao Yunxi naik ke peringkat Emas. Setelah mereka berdua menyepakati waktu untuk bertemu, Zheng Jingren berdiri dan meregangkan tubuh.
“Oh, ya, Yueyao, apakah kalian memiliki peta dunia ini?”
Zheng Jingren tiba-tiba teringat bahwa ia sudah hampir dua tahun berada di dunia ini. Namun, setiap hari ia hanya bermain gim dan menonton video, sehingga sama sekali tidak memahami dunia ini.
“Ada, Pemilik Toko.”
Yueyao adalah salah satu pegawai toko yang dahulu diperkenalkan oleh Liu Yue. Mendengar pertanyaannya, ia segera mengeluarkan sebuah peta dari kantong penyimpanan dan menyerahkannya.
Halaman 3/3
Zheng Jingren menerima peta itu dan mulai mengamatinya dengan sungguh-sungguh.
Barulah saat itu ia menyadari bahwa daratan ini bernama Benua Sembilan Langit dan terbagi menjadi lima wilayah besar.
Kelima wilayah itu adalah Rimba Timur, Benua Selatan, Gurun Barat, Laut Utara, dan Wilayah Tengah. Adapun tempat tinggalnya sekarang berada di daerah pinggiran Benua Selatan.
Selama setengah tahun terakhir, Liu Yue telah memimpin ratusan orang menjelajahi seluruh kota dalam radius puluhan ribu li. Zheng Jingren semula mengira pencapaian itu sudah sangat luar biasa.
Namun, setelah melihat peta, ia baru menyadari bahwa wilayah puluhan ribu li tersebut ternyata hanya mencakup sekitar sepersepuluh dari Benua Selatan.
Sementara itu, Rimba Timur, Gurun Barat, dan Laut Utara masing-masing memiliki wilayah yang tidak lebih kecil daripada Benua Selatan. Terlebih lagi, Laut Utara yang seluruh wilayahnya berupa lautan memiliki cakupan paling luas.
Wilayah Tengah memang sedikit lebih kecil, tetapi Zheng Jingren memahami bahwa tempat itu pasti merupakan pusat seluruh benua.
“Sepertinya aku harus mencari cara agar bisnis ini segera tersebar ke seluruh Benua Sembilan Langit. Bagaimana caranya supaya bisa secepat mungkin tanpa terlalu merepotkan?”
Zheng Jingren tak kuasa merenung.
Cara tercepat sebenarnya adalah mempromosikannya melalui telepon genggam. Namun, saat ini jumlah orang di seluruh benua yang memiliki telepon genggam masih sedikit. Meskipun selama ini ia telah menjual lebih dari seratus ribu unit, jumlah itu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan.
Setelah berpikir cukup lama, ia merasa cara tercepat adalah pergi ke sebuah kota besar yang memiliki kekuatan luar biasa. Sekte-sekte di tempat semacam itu biasanya memiliki puluhan ribu murid hanya dalam satu sekte.
Begitu efek berantai tercipta, kecepatan penyebaran produk pasti akan menjadi sepuluh, seratus kali lebih cepat daripada sekarang, atau bahkan lebih.
Karena itu, Zheng Jingren mengarahkan pandangannya ke Wilayah Tengah.
Wilayah Tengah terletak di pusat seluruh benua. Sejak zaman dahulu, wilayah itu memang merupakan kawasan inti sekaligus tempat berkumpulnya para ahli terkuat. Jika ia dapat mengembangkan bisnis di sana, hasilnya pasti akan berlipat ganda dengan usaha yang jauh lebih kecil.
Tentu saja, ia juga berencana membuka jaringan toko di seluruh benua, agar semua kultivator di dunia ini menjadi pelanggannya.
Pada saat itulah Qi Haotian tersenyum lebar dan memasuki toko.
Baru saja, Zhao Butong menyerahkan seratus ribu batu spiritual kepadanya. Bahkan demi mengumpulkan jumlah tersebut, Zhao Butong langsung menjual senjata pusaka tingkat Bumi miliknya.
“Pemilik Toko, aku ingin satu penangkal petir, satu telepon genggam, dan juga…”
Qi Haotian lalu menyebutkan sederet barang dalam jumlah besar.
Setelah berhasil mengeruk begitu banyak batu spiritual dari Zhao Butong, ia bisa kembali meningkatkan kultivasinya dengan leluasa.
Zheng Jingren menatapnya dan segera memberikan penjelasan dengan lancar.
“Versi dasar harganya 998 dan dapat menahan satu tingkat bencana petir. Berikutnya ada versi lanjutan seharga 2.980 yang dapat menahan dua tingkat, versi penguat seharga 8.800 yang dapat menahan tiga tingkat, versi Pro seharga 28.000 yang dapat menahan empat tingkat, serta versi Pro Maks seharga 88.888 yang dapat menahan lima tingkat. Setelah tingkat kelima, setiap kenaikan satu tingkat bencana petir memerlukan tambahan satu penangkal versi Pro Maks. Kau mau yang mana?”